Pendampingan IKM Balitbangnovda Sumatera Selatan

kegiatan utama,  Intermediator Teknologi dalam melakukan pendampingan terhadap beberapa IKM binaan Balitbangnovda dan membantu penumbuhan IKM baru  yang terkait dengan tematik Sistem Inovasi  Daerah Sumatera Selatan

 

Intermediator Teknologi provinsi Sumatera Selatan diperbantukan di Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Sumatera Selatan. Untuk kegiatan utama, Intermediator Teknologi diminta untuk dapat melakukan pendampingan terhadap beberapa IKM binaan Balitbangnovda dan membantu penumbuhan IKM baru yang terkait dengan tematik Sistem Inovasi Daerah Sumatera Selatan. Selain itu juga dilakukan kegiatan penunjang yang juga berperan dalam memperkuat SIDa Sumsel.

Salah satu kegiatan yang dilakukan tim intermediator adalah melakukan pemdampingan di sentra souvenir berbahan baku karet Sentra souvenir berbahan baku karet yang berlokasi di Kampung Talang Kedondong Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarame Kota Palembang ini telah diresmikan sebagai rintisan SIDa Sumatera Selatan pada tahun 2010. Sentra ini sudah aktif berproduksi sampai kegiatan Sea Games 2011. Namun, pasca Sea Games kegiatan sentra menurun drastis dan nyaris tidak berproduksi lagi.
Tim intermediator yang terdiri dari tiga orang yakni Tomi Arianto, Nur Izzaty, dan Maryeni Auliyati berusaha menjawab tantangan tersebut dengan melakukan evaluasi kinerja sentra dan memberikan masukan untuk membuka pasar baru, kreativitas dalam membuat diversifikasi design produk, pembenahan system manajemen, hingga komunikasi dengan pihak terkait dalam upaya menjalin sinergitas dan jaringan distribusi.

“Kerjasama Tim SIDa di awal inisiasi UKM-UKM tersebut tidak diikuti dengan kesinergian dalam menindaklanjuti UKM yang telah terbentuk.” Maryeni Auliyati salah seorang intermediator menanggapi. “Bantuan dan dukungan yang diberikan dalam beberapa hal malah tumpang tindih, seperti dalam memberikan bantuan cetakan gantungan kunci.” Ujarnya.

Melihat permasalah di sentra tersebut. Tim intermediator berusaha mengembangkan jejaring dan pemasaran dengan tenaga Pendamping Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olah raga Riau. Untuk menyongsong kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) yang akan berlangsung 2013 mendatang.

IKM lainnya yang juga mendapat pendampingan adalah IKM Sabutret (Serabut berkaret). Karet dan serabut kelapa merupakan komoditi unggulan Sumatera Selatan. Bahan bakunya pun mudah didapatkan dan jumlahnya pun berlimpah. Setiap tahun kawasan industry karet Sumatera Selatan memiliki kapasitas produksi hingga 773 ribu ton. Selama ini sebagian besar dijual dalam bentuk crum rubber (karet mentah)

Ini merupakan potensi besar yang perlu digali untuk pemanfaatannya secara maksimal. Tentunya dibutuhkan added value dan daya jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya memproduksi bahan baku karet dan kelapa saja” Terang Tomi Arianto, “Industri Kecil menengah (IKM) Sabutret merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi pemanfaatan komoditi lokal serta memberikan nilai tambah dari komoditi tersebut”.

Saat ini, desa Talang Jambe kota Palembang ditetapkan sebagai sentra pengembangan Sabutret sebagai implementasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dngan dukungan dari Balitbangnovda Sumatera Selatan. (Tomi/aulia/izzaty)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − five =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>